awesome KLAYAR & BANYU TIBO pacitan
PART #1
Dua kali saya melakukan perjalanan JOGJA - PACITAN untuk menuju dua buah tempat yang mungkin saya rasa ingin kembali terus kesana. Ya tentunya bertema wisata alam , Pantai Klayar dan Pantai Banyu Tibo. Terkhusus untuk pantai banyu tibo dengan pemandangan khas nya yakni adanya sebuah air tejun kecil yang langsung mengalir ke laut lepas membuat saya betah berada di bawah air terjun tersebut . Sungguh bak kasur alam yang TUHAN ciptakan, nyaman dan tentram ketika berada disana, apalagi saat - saat ketika senja datang menggeliat. Lukisan alam pun tampak terlihat dengan jelas.
Petualangan saya pertama kali ke wisata yang sedang nge-hitz di pacitan ( pantai klayar ) saya lakukan di tanggal 21 Maret 2015 bersama empat teman boleh dibilang kadar tega nya diatas rata - rata. karena mereka semua saling berpasangan dan saya sendiri berstatus " single fighter doesn't matter " :D . Ya , bagiku memang tidak masalah. Hal membahagiakan disaat melakukan petualangan itu adalah keceriaan. Rute yang ditempuh apabila hendak menuju pantai klayar yakni wonosari - semanu - pracimantoro - paranggupito - klayar, hanya sekitar 3 jam-an saja itu merupakan rute tersingkat dibanding melewati kota klaten dan yang lainnya ,bahkan ketika melewati rute wonosari sampai klayar tersebut kita seperti membelah gugusan pegunungan sewu yang amat indah nian dipandang mata. Gak bakalan nyesel lewat rute itu walaupun beberapa jalan nya sudah berlubang.
Perjalanan yang lumayan menguras tenaga tersebut dihadiahi dengan bentangan alam yang berada di pantai klayar dengan sangat sempurna. pasir putih , batuan putih seperti sphinx yang berada di negri Mesir , bukit hijau dan seruling samudra menambah kesan kesempurnaan pantai klayar. Namun sayang ketika kesempurnaan tersebut tidak dimaknai dengan bijak oleh para pengunjung. Bagaimana tidak saat banyak rambu batas larangan di sematkan di beberapa titik di pantai klayar oleh petugas tidak diindahkan oleh beberapa pengunjung. Alhasil banyak korban jiwa yang melayang sia - sia karena asik berselfie ria ditempat yang tidak semestinya maupun berenang melewti batas yang dianjurkan.
Kami ber-lima memang berencana untuk camp di pantai klayar sembari menikmati karunia Tuhan yang mengasyikan ini. Dua tenda kami dirikan , jadi kita pisah antara cowok dan cewek . yalah dipisah kalo semisal digabung , ya jadinya gue yang gersang , mereka mah enak berpasangan. Selesai mendrikan tenda , kami langsung disuguhi senja dari pantai klayar , hmm awesome :D . sampai malam pun tiba kami larut dengan obrolan ceria dan berbagi pengalaman sembari main masak - masakan , ngopi , bersenandung bersama tetangga tenda yang lain karna hari itu lumayan banyak yang ngecamp di pantai itu, maklum weekend.
Dan sunrise di pagi hari - nya begitu menyejukan , maka bersemangatlah kita untuk mengabadikan momen dengan bijak sampai tak terasa siang datang begitu cepatnya . Dan saat batin ini sudah puas dengan pemandangan yang berkesan , kami memutuskan untuk segera berkemas dan pulang lagi ke Jogja dengan hati yang riang tentunya.
Estimasi biaya perjalanan menurut pejalan nekat seperti saya apabila menggunakan kendaraan pribadi ( motor ) cukup membawa doku 100 ribu saja. dengan perkiraan biaya :
Bensin
pp
|
Rp 40.000
|
Restribusi
klayar
|
Rp. 10.000
|
Parkir
|
Rp.
2.000
|
Tiap masuk wc , kencing dll
|
Rp. 2.000
|
Biaya tidak terduga ( iuran alat
camp,jajan,dll)
|
Rp. 40.000
|
PART #2
Perjalanan kedua saya ke pantai klayar kira-kira tanggal 3 januari 2016 bersama kawan - kawan rumah tempat saya tinggal. Kali ini gak cuman pantai klayar saja tapi ditambah dengan pantai banyu tibo yang sudah sedikit saya deskripsikan di tulisan part satu diatas. Jumlah kami berdua belas sehingga disetiap sudut perjalanan terasa rame dan punya cerita tersendiri yang menimbulkan gelak tawa. Rute yang dilalui berangkat menuju klayar sama seperti perjalanan saya pertama kali ke sana , namun ketika pulang kami memilih jalan yang berbeda yakni jalan yang nanti tembus daerah cawas klaten jawa tengah. Ketika kami buktikan ternyata rute tersebut jauh lebih memakan waktu dibanding lewat wonosari akan tetapi jalan nya lebih bagus karena beraspal baik semuanya.
Pantai klayar untuk kedua kalinya. hmm terlihat begitu berbeda menurut saya. Banyak bangunan warung yang semakin menjamur di bibir pantai , sampah , sampai pungutan liar. Tapi tak apalah , keindahan klayar masih terasa ketika ombak ombak lepasnya saling membenturkan diri ke bebatuan khas pantai klayar itu. Hanya sebentar kami berada di pantai klayar , setelah puas mengabadikan momen , makan siang , sholad , dan istirahat. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju pantai banyu tibo untuk tujuan menyaksikan keindahan alam saat matahari terbenam. Pantai banyu tibo lokasinya tidak begitu jauh dari pantai klayar, hanya sebelah baratnya sekitar 10 km. Pantai banyu tibo masih dikelola warga sekitar, untuk restribusi pun masih tergolong murah.
![]() |
Senja di Pantai Banyu Tibo Pacitan |
Bermain di banyu tibo tidaklah usah kuatir banyak pemandu disana dan hanya dibayar sukarela saja, sungguh mengasiykan bukan , apalagi untuk pejalan-pejalan yang ber badget mepet.
Singkat saja estimasi biaya perjalanan ke banyu tibo
Retsribusi
masuk
|
Rp.
5.000 / motor
|
Parkir
|
Rp.
2.000/motor
|
Pemandu
|
seiklasnya
|
Toilet
|
mandi
3 ribu , kencing dll 2 ribu
|
Jajan
makanan dan minum
|
Dari
3 ribuan ada
|
Itu sekelumit cerita perjalanan saya ke wisata alam pacitan , ayo cobalah ! Indonesia itu indah
Pantai Klayar |
Komentar
Posting Komentar